I. KATA PENGANTAR
Dalam memahami fenomena politik Indonesia yang ditulis oleh para ilmuan politik baik ilmuan asing maupun ilmuan Indonesia, dibutuhkan penjelasan mengenai perspektif yang digunakan oleh para ilmuan politik dan periodesasi kajian politik yang mereka lakukan. Penjelasan analisa politik di Indonesia dari sudut pandang waktu dapat dikategorisasikan dalam dua masa, yakni pada masa awal kemerdekaan hingga massa kejatuhan rezim Orde Baru pada tahun 1998 dan periode pasca Orde Baru, yakni masa reformasi hingga sekarang. Kedua periodesasi tesebut memilki perbedaan yang karakter dan konteks politik yang sangat mencolok. Pada masa awal kemerdekaan hingga masa Orde Baru karakter politik pada waktu itu masih bersifat sentralistis dan birokratis dalam menjalankan pemerintahan sehingga negara menjadi sangat kuat dan melemahnya kekuatan masyarakat yang ketika belum muncul secara kuat ide-ide demokrasi. Konteks politik pada masa tersebut sangat berpangaruh terhadap perspektif yang digunakan oleh ilmuan politik dalam mendeskripsikan Indonesia. Secara ekplisit, perspektif yang digunakan oleh para ilmuan politik pada masa ini terfokus pada dua sudut pandang, yakni negara dan masyarakat. Baca selebihnya »
15 Februari 2010
Posted by santrikeren |
Uncategorized | (Max Line), analisa, Bureucratic Polity and Patrimonial State, DR. VEDI R HADIZ : ISLAMIC POPULATION IN INDONESIA, indonesia, Membaca Politik Indonesia dari para Indonesianis, New Society : Indonesia’s New Order In Comparative Historical Perspective (Benedict Anderson), Old State, Perebuahan Politik Pasca Rezim Orde Baru, politik, REKONSILIDASI REFORMASI INDONESIA, Rezim Otoriter Birokratik, Sentralisasi dan Desentralisasi di Indonesia (Priyambudi), STATE CORPORATISM |
Tinggalkan sebuah Komentar
Tulisan ini memuat dua bagian besar, yakni perspektif feminisme dan penggunaan perspektif feminisme dalam menganalisa fenomena politik yang pada kesempatan ini penulis ingin mengangkat isu Partisipasi Politik Perempuan di Indonesia. Dalam bagian perspektif feminisme, akan dijelaskan latar belakang munculnya feminisme, karakter dasar dalam memahami prespektif feminisme, dan bagaimana menggunakan perspektif feminisme untuk mengkonstruksi sebuah wacana. Pada bagian Partisipasi Politik Perempuan di Indonesia, secara implisit dapat dipahami bagaimana penulis mengkonstruksi sebuah wacana dengan menggunakan perspektif feminisme. Baca selebihnya »
8 Februari 2010
Posted by santrikeren |
Uncategorized | dalam, di indonesia, fatwa, feminis, feminisme, gender, hak, karakter, konvensi, parlemen, partisipasi, penulis, perempuan, politik, prespektif, wacana |
Tinggalkan sebuah Komentar
Terkait kasus century, berdasarkan analisis data dan keterangan saksi – mulai proses akuisisi, merger, pengucuran fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP), hingga penyertaan modal sementara (PMS) – menununjukkan BI yang waktu itu diketuai oleh Boediono menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas pengucuran dana bailout sebesar Rp6,762 Trilyun. Hasil itu diperkuat dengan testimuni mantan Kabareskrin Susno Duajdi yang memberikan penjelasan mengenai alasan beliau tidak memprioritaskan penyidikan bailout karena pihak yang disidik ada yang sedang mengikuti pilpers. Baca selebihnya »
8 Februari 2010
Posted by santrikeren |
Uncategorized | 36, 37, alternatif, bailout, BI, boediono, century, demokrat, impeacment, PAN, pansus, paripurna, pasal, people, PKB, PKS, power, PPP, tahun 2009, terakhir, UU no. 27, wapres |
5 Komentar
Dalam mereview buku Membongkar Gurita Cikeas tulisan George Yunus Aditjondro, saya akan mejelaskan dua aspek penting yang akan digali dalam review tersebut, yakni bagaimana penulis membangun argumen dalam tulisannya melalui metodologi penelitian dan metodologi ilmu yang digunakan. Tulisan ini terlebih dahulu akan melacak bagaimana penulis buku tersebut menyusun gagasan melalui data-data digali berdasarkan metode penelitian yang digunakan. Selanjutnya, akan dijelaskan bagaimana penulis buku tersebut merangkai argumennya berdasarkan metodologi ilmu yang digunakan sehingga sampai pada suatu kesimpulan dalam kajian politiknya. Baca selebihnya »
8 Februari 2010
Posted by santrikeren |
Uncategorized | aditjondro, aliran, argumen, berfikir, buku, cara, century, cikeas, dana, gurita, ilmu, kuantitatif, membongkar, metodologi, penelitian, review, SBY, system, thinking, yunus |
1 Komentar