Santrikeren's Blog

intelektualitas dalam genggaman santri

Kontektualisasi Metode Content Analisys dalam Kasus Mafia Hukum di Indonesia

I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Penelitian
Sejak terbongkarnya mafia hukum di Indonesia yang bermula dari laporan Susno Duadji tentang dugaan uang milyaran rupiah di rekening salah seorang pegawai pajak golongan III A, Gayus Tambunan, berita tentang mafia kasus selalu di bahas di semua media baik cetak maupun elektronik di Indonesia. Hampir semua media cetak pada pertengahan mei sampai sekarang berita tentang mafia kasus masih sering dibicarakan. Dengan adanya kenyataan tersebut pada kesempatan ini kami mengambil tema “mafia kasus” sebagai topik utama dalam mengkontektualisasikan metode penelitian Content Analisys (Analisis Isi).
Dalam menganalisis berita tentang mafia pajak di Indoensia, ada lima media massa yang akan dijadikan sebagai instrument untuk menganilis berita, yakni Kompas, Media Indonesia, Suara Merdeka, Republika, dan Kedaulatan Rakyat. Dari kelima media massa tersebut, berita-berita yang menjelaskan tentang mafia hokum akan kami jadikan sebagai objek penelitian dengan menggunakan konsep-konsep metode Conten Analisys.
Adapun variable-varieble yang akan kami jadikan sebagai alat untuk menganalisis media massa adalah editorial media, narasumber, dan focus pemberitaan. Editorial media akan menjelaskan bagaimana berita tersebut ditampilkan dalam halaman media. Dalam variable editorial, ada tiga pembagian yang akan kami jadikan sebagai penjelas variable tersebut, yakni headline, non headline dan opini. Adapun dalam bagian narasumber akan mengidentifikasi pokok berita melalui narasumber yang sering ditampilkan dan dijadikan bahan pemberitaan oleh setiap media. Dalam bagian narasumber ada tiga bagian penjelas, yakni sumber yang berasal dari institusi penegak hokum dan non institusi penegak hukum. Selanjutnya pada bagian narasumber akan mengidentifikasi pokok bahasan berita yang ditampilkan dalam sudut pandang kasus mafia hukum. Adapun sudut pandang yang dapat diambil dari kasus mafia hukum ada tiga macam, yakni dugaan tersangka, proses pemeriksaan, dan penetapan tersangka.

B. Rumusan Masalah
1. Seberapa penting berita tentang mafia hukum dibahas dalam media massa tersebut berdasarkan bukti-bukti editorial media?
2. Siapa saja aktor yang telah dijadikan sebagai sumber pemberitaan media massa dalam kasus mafia hukum?
3. Apa saja focus pemberitaan dalam media massa terkait berita tentang mafia hukum?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui seberapa penting berita tentang mafia hukum dimuat dalam tiap-tiap media massa berdasarkan bukti editorial.
2. Mengetahui actor atau institusi yang dijadikan sebagai sumber pemberitaan di tiap –tiap media massa terkait berita tentang mafia hukum.
3. Mengetahui focus pemeberitaan dalam tiap-tiap media massa terkait tentang berita kasus mafia hukum.
D. Metode Penelitian
Dalam hal ini, metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kuantitatif Content Analisys (Analisis Isi).
II. Landasan Teori
A. Penertian Dasar dan Kegunaan Content Analisys (Analisis Isi)
Analisis Isi (Content Analysis) secara sederhana diartikan sebagai metode untuk mengunpulkan dan menganalisis muatan dari sebuah “teks”. Teks dapat berupa katakata, makna gambar, simbol, gagasan, tema dan bermacam bentuk pesan yang dapat dikomunikasikan. Analisis Isi berusaha memahami data bukan sebagai kumpulan peristiwa fisik, tetapi sebagai gejala simbolik untuk mengungkap makna yang terkadang dalam sebuah teks, dan memperoleh pemahaman terhadap pesan yang direpresentasikan (Bell, 2001: 13).
Sesuai tujuannya, maka metode Analisis Isi menjadi pilihan untuk diterapkan pada penelitian yang terkait dengan isi komunikasi dalam sebuah teks. Ada beberapa pertanyaan tipikal yang dapat dijawab dengan menggunakan metode Analisis Isi, yaitu: (1) Pertanyaan tentang prioritas/ hal penting dari isi teks, seperti frekuensi, dimensi, aturan dan jenis-jenis citra atau cerita dari peristiwa yang direpresentasikan. (2) Pertanyaan tentang “bias” informasi dalam teks, seperti komparasi relatif tentang durasi, frekuensi, prioritas, atau hal yang ditonjolkan dalam berbagai representasi. (3) Perubahan historis dalam modus representasi.

B. Prosedur Analisis Isi
Penelitian Analisis Isi berusaha melihat konsistensi makna dalam sebuah teks. Konsistensi ini dapat dijabarkan dalam pola-pola terstruktur yang dapat membawa peneliti kepada pemahaman tentang sistem nilai dibalik teks itu. Metode Analisis Isi menuntut beberapa persyaratan: objektif, sistematis, dan dapat digeneralisasikan. Objektif berarti prosedur dan kriteria pemilihan data, pengkodean serta cara interpretasi harus didasarkan pada aturan yang telah ditentukan sebelumnya. Sistematis berarti inklusi dan ekslusi atau kategori harus berdasarkan aturan yang konsisten. Dapat digeneralisasikan, berarti tiap temuan harus memiliki relevansi teoretis.2
Neuman (2000: 296-298) menyebutkan langkah-langkah dalam meneliti dengan metode Analisis Isi, yaitu (1) menentukan unit analisis (misalnya jumlah teks yang ditetapkan sebagai kode), (2) menentukan sampling (3) menentukan variabel dan menyusun kategori pengkodean, dan (5) menarik kesimpulan. Philip Bell lebih detail menjelaskan proses mengkodekan isi dengan menentukan variabel (variables) dan nilai (values). Sebuah variabel isi adalah macam-macam dimensi (ukuran, jangkauan range warna, posisi dalam sebuah halaman atau dalam sebuah buletin berita). Sebuah variabel terdiri atas nilai-nilai (values) yang dapat disubstitusikan satu sama lain karena mereka mempunyai kelas yang sama. Nilai yang didefinisikan dalam setiap variabel sebaiknya juga saling ekslusif dan mendalam. Hasil kuantitatif dari Analisis Isi berupa perbandingan (comparison) dan tabulasi silang (cross tabulations) dapat digunakan untuk menguji eksplisitas/ ketegasan hipotesis komparatif, serta kualifikasi kategori-kategori dari manifestasi wujud/ isi.

C. Realibilitas dan Validitas Content Analisys
Pendekatan kuantitatif mensyaratkan suatu penelitian, termasuk metode Analisis Isi, memiliki keandalan (reliability) dan kesahihan (validity) yang baik. Analisis Isi adalah suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi (kesimpulan) yang dapat diulang (replicble) dan sahih data dengan memperhatikan konteksnya. Tingkat keandalan (reliablility) metode Analisis Isi mengacu pada tingkat konsistensi yang ditampilkan oleh satu atau lebih pengkode (coders) dalam mengklasifikasi isi menurut nilai tertentu dalam variabel spesifik. Reliabilitas dapat didemonstrasikan dengan mengkaji hubungan antara penilaian dari sampel yang sama untuk butir yang relevan, oleh pengkode yang berbeda (inter-coder reliability), atau oleh pengkode yang sama dalam saat yang berbeda (intra-coder reliability). Untuk mencapai tingkat reliabilitas
(kepercayaan) yang tinggi, peneliti harus: (1) Mendefinisikan variabel dan nilai secara jelas dan tepat dan menjamin bahwa semua pengkode dapat memahami definisi ini dalam cara yang sama. (2) Melatih pengkode dalam menerapkan kriteria terdefinisi untuk setiap variabel dan
nilai. (3) Mengukur konsistensi inter-coder di mana dua atau lebih pengkode menerapkan kriteria (definisi-definisi) dengan menggunakan kumpulan contoh serupa. Analisis Isi tidak berpotensi untuk menunjukkan bagaimana pengamat memahami atau menilai apa yang mereka lihat atau dengar. Analisis Isi hanya menunjukkan apa yang diberikan prioritas atau dianggap penting dan apa yang tidak. Tingkat validitas pada Analisis Isi ditentukan oleh penarikan kesimpulan dan kesesuaian dengan teori yang berlaku. Jika reliabilitas merujuk pada konsistensi internal dari metode Analisis Isi, maka validitas merujuk pada konsistensi eksternal dari keseluruhan riset atau teori yang terkait. Analisis Isi bisa menyajikan deskripsi dimensi-dimensi kuantitatif dan representasi suatu teks. Metode ini dapat digunakan untuk menyajikan peta latar belakang (background-map) dari representasi teks itu. Setelah menggunakan Analisis Isi, Phipip Bell menyarankan peneliti dapat menginterpretasikan teks dengan metode kualitatif, seperti metode Semiotik atau interpretasi teks individual (Bell, 2001: 24).

D. Tujuan Penggunaan Content Analisis pada Media Massa
Berbagai media massa yang mengambil tema arsitektur, dapat diteliti lebih lanjut dengan menggunakan metode Analisis Isi, untuk tujuan: (1) Membandingkan Penampilan Satu Media setelah Melewati Rentang Waktu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan citra yang disajikan dalam periode waktu atau zaman yang berbeda (lihat Kress dan Leeuven, 1996). (2) Membandingkan Pesan-Pesan yang Disampaikan beberapa Media dalam Rentang Waktu Tertentu. (3) Menganalisis Isi Rubrik Satu Media dalam Kurun Waktu Tertentu.

III. Analisis Penelitian
A. Republika
Republika dilahirkan dengan pengelola PT Abdi Bangsa yang dipandang sebagai pers yang mempunyai kecenderungan terhadap “Koran berpolitik aliran”, dalam hal ini mereka mewakili aspirasi umat islam,karena pada saat berdirinya diklaim oleh pendirinya sebagai salah satu raison d’etre berdirinya Koran tersebut, hal tersebut terlihat dari mayoritas sahamnya di pegang oleh PT Abdi Bangsa yang dominan di pegang oleh orang – orang ICMI seperti Eric Tohir , BJ Habibie dan Adi Sasono atau lebih tepatnya Republika diangggap kurang mewakili salah satu coraj penafsiran islam yang lebih Fundamentalis, hal tersebut dipandang karena lahirnya Republika umat yang lahir secara independent dan dengan semangat kewira swastaan. Harian yang bermotto ” Amanat Hati Nurani Rakyat”.
Di awali dengan akan bangkrutnya PT Kinta dengan terbitan majalah bulanan Intisari yang didirikan oleh (Alm.) Auwjong Peng Koen, atau lebih dikenal dengan nama Petrus Kanisius Ojong seorang pimpinan redaksi mingguan Star Weekly, berserta Jakob Oetama, wartawan mingguan Penabur milik gereja Katolik. Edisi perdana dari bulanan Inti Sari terbit pertama kali pada tanggal 7 Agustus 1963, dengan jumlah 128 halaman dengan terdiri dari 22 artikel, Edisi perdana ini memuat karya terjemahan tentang bintang layar perak Marilyn Monroe, pengalaman perjalanan ke London Nugroho Notosusanto, seorang ahli sejarah dari Universitas Indonesia, dan kisah Usmar Ismail, sutradara film kenamaan, ketika pertama kali membuat film .
Adapun sehubungan dengan pemberitaan media massa Republika mengenai kasus mafia hukum, bisa disimpulkan menjadi tiga bagian.

1. Editorial Media
Dalam pemberitaan kasus mafia hukum, Koran Republika lebih banyak menempatkan berita tersebut pada bagian headline yakni dengan persentase 59,1 %. Adapun yang dimasukkan dalam bagian non headline sebanyak 59,1 %. Meskipun begitu dalam sudut pandang editorial media, Republika tidak pernah menampilkan berita tersebut dalam kolom opini. Dengan adanya fakta tersebut, koran Republika masih kurang dapat menyeimbangkan antara bagian headline, non headline, dan opini.

2. Narasumber
Dalam proses pemberitaan, diperlukan seorang actor penting yang bisa dijadikan sebagai sumber pemeritaan mengenai kasus terstentu yang disesuaikan dengan orang-orang yang terlibat langsung maupun tak langsung dalam kasus tersebut. Dalam hal ini – terkait kasus mafia hukum – narasumber yang paling cocok adalah institusi penegak hukum dan non penegak hukum. Dalam pemberitaan kasus mafia hukum, Republika lebih banyak mencari sumber pemberitaan yang berasal dari penegak hukum seperti Polri, Satgas Mafia Hukum, Bareskrim, dan Kejaksaan dengan persentase 55,5%. Adapun narasumber yang berasal dari non penegak hukum sebanyak 44,4%. Dengan adanya fakta tersebut, ada keseimbangan dalam pengambilan berita sehingga berita yang ditampilkan dapat lebih objektif.

3. Fokus Pemberitaan
Setiap berita yang dimuat dalam media massa selalu memiliki focus pemberitaan yang juga merupakan kesimpulan berita. Dalam hal ini, focus pemeberitaan yang menyangkut masalah mafia hukum dapat dibagi menjadi 3, yakni dugaan tersangka, proses pemeriksaan, dan penetapan tersangka. Fokus pemeritaan yang ditampilkan oleh Republika lebih banyak membahas masalah dugaan tersangka dengan prosentase 42,4 %, dan proses pemeriksaan sebanyak 36,8. Adapun penetapan tersangka paling rendah dengan prosesntase 21,1 %. Dengan demikian, rata-rata pemberitaan lebih banyak membahas tentang dugaan tersangka.

4. Data Sekunder Koran Republika

Tgl Editorial Media Narasumber Fokus Pemberitaan
Headline Non-Headline Opini Penegak Hukum Non-Penegak Hukum Dugaan Tersangka Proses Pmemeriksaa Penetapan Tersangka
22 maret TIDAK ADA BERITA TIDAK ADA BERITA TIDAK ADA BERITA TIDAK ADA BERITA TIDAK ADA BERITA TIDAK ADA BERITA TIDAK ADA BERITA TIDAK ADA BERITA
23
maret 1 (Masalah Susno Diselesaikan Internal) POLRI Mentri Keuangan, KPK 
24 Maret 1 (Polri : Susno Duadji Tersangka & Jaksa Agung)
2 ( Aset Cetury Tinggal 3 Trilyun) POLRI, SAT GAS Pemberantasan Mafia Hukum 
25Maret 1 (Utamakan Kasus Korupsi) SAT GAS Pemberantasan Mafia Hukum, POLRI Kabid Pengawasan dan Pengendalian pembangunan 
26 Maret 1(Polri Cekal Gayus) Ketua Mahkama Agung,POLRI Dirjen Pajak, 
27 Maret 1(Polri Tak Libatkan KPK) POLRI,SATGAS pemberantasan Mafia Hukum KPK, Mentri Hukum dan HAM 
28 Maret 1(Andi Kosasih di tahan) POLRI,Satgas Pemberantasan Korupsi 
29 Maret 1(Reformasi Birokrasi Di pertanyakan) Anggota DPR RI 
30 Maret 1(Semua Aparat Terlibat) POLRI Anggota DPR RI,Juru Bicara Wakil Presiden, 
31 Maret 1 (Kejaksaan Akui Tak Cermat)
2 ( Susno Minta Perlindungan DPR) Jaksa Agung Kuasa Hukum/Pengacara, Anggota DPR RI 
1 April 1(Perusahaan Besar Terlibat) POLRI Akademisi,Aggota DPR RI 
2 April LIBUR LIBUR LIBUR LIBUR LIBUR LIBUR LIBUR LIBUR
3 April 1(Edmond Dibebastugaskan) POLRI, Aggota DPR RI 
4 April
5 April 1(Buron Koruptor Diburu) Akademisi 
6 April 1(Edmond Terserempet) POLRI PRESIDEN  
7 April 1(Pejabat Kementrian keuangan disebut) Jaksa Agung Wartawan,KPK 
8 April Kejaksaan Agung Melamban POLRI,Jaksa Agung, Mahkama Agung 
9 April 1 (Jaksa Nikmati Duit Gayus) 2 (Markus Kakap Akrab dengan Bintang Tiga) Jaksa Agung Pengawasan, Kejaksaan tinggi Anggota DPR, 
10 April 1(Makbul-Susno Saling Tuding) POLRI 
11 April TIDAK ADA BERITA TIDAK ADA BERITA TIDAK ADA BERITA
12 1(Satgas-Polri saling Bantah) POLRI Akademisi 

B. KOMPAS
Tahun 1964 Presiden Soekarno mendesak Partai Katolik untuk mendirikan koran, maka dari wartawan bulanan Intisari inilah sebagian wartawan Katolik direkrut. Selanjutnya, beberapa tokoh Katolik terkemuka seperti P.K. Ojong, Jakob Oetama, R.G. Doeriat, Frans Xaverius Seda, Policarpus Swantoro, R. Soekarsono,mengadakan pertemuan bersama beberapa wakil elemen hierarkis dari Majelis Agung Wali Gereja Indonesia (MAWI): Partai Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pemuda Katolik dan Wanita Katolik. Mereka sepakat mendirikan Yayasan Bentara Rakyat .
1. Editorial media
Dalam pemeberitaan kasus mafia hukum media massa kompas lebih banyak menempatkan berita pada bagian Non – headline dengan presentase 77,4% , adapun pada bagian headline hanya sebanyak 15,1 % dan dibagian opini terdapat 7,5%, dengan adanya fakta ini media massa KOMPAS tidak terlalu memfokuskan berita mengenai Mafia Hukum berdasarkan tata letak editorial media hal ini kontras dengan sifat media tersebut yang mempunyai ruang lingkup nasional.

2. Narasumber
Dalam proses pengambilan sumber berita, media massa KOMPAS lebih banyak mengambil data dari sumber non penegak hukum dengan prosentase 71, 9 %. Sedangkan sumber yang berasal dari penegak hukum hanya 28,1%. Dengan adanya fakta tersebut menunjukkan ada ketimpangan dalam pengambilan sumber berita.

3. Fokus Pemberitaan
Fokus pemberitaan media massa KOMPAS lebih banyak membecirakan tentang proses pemeriksaan dengan prosentase 58,1. Sedangkan dalam pemberitaan tentang dugaan dan penetapan tersangka memiliki prosesntase yang seimbang yakni 35,5 % dan 38,8%. Dengan demikian rata-rata yang diberitakan lebih banyak menampilkan tentang proses pemeriksaan.

4. Data Sekunder Koran KOMPAS
Tgl Editorial Media Narasumber Fokus Pemberitaan
Headline Non-Headline Opini Penegak Hukum Non-Penegak Hukum Dugaan Tersangka Proses Pmemeriksaa Penetapan Tersangka
22 maret 1 (Susno Janji Hadiri Pemeriksaan) Susno Duadji Dosen FH Universitas Indonesia, 
23
maret 1 (Evaluasi Kepemimpinan Polri) 2 (Gayus Tambunan telah bebas) Kapolri Hakim Konstitusi Akhil Mochtar  
24 Maret 1 (Satgas temukan kejanggalan) Ketua Satgas Pemberantasan Korupsi ( Kuntoro Mangkusubroto) , Sekertaris Satgas (Denny Indrayana) Jaksa Agung (Agung Hendarman) 
25Maret 1 (Polri akui temukan kejanggalan penanganan perkara)
2(cabut pencemaran nama baik)
3 (Korupsi vs Nama Baik) Kapolri dan Djoko suyanto  
25 Maret 26 Maret 1 (Kepala polri diminta perlakuan imbang )
2 ( Susno Paradoks Pembohong) Kepolisian  
27 Maret 1(Penegak Hukum terlambat)
2 (KY ancam pecat hakim)
3 ( Ingat susno, ingat Ahmad Djunaedi) Kadiv Humas Polri (Edward Aritonang) Mentri Hukum dan HAM , Dirjen Imigrasi  
28 Maret 1 (Andi Kosasih Ditahan) KADIV Humas POLRI Mentri Keuangan 
29 Maret 1 (Pembuktian Terbaik Harta Pegawai Pajak)
2 ( Korupsi Khianati Pancasila)
3 (penerimaan Negara terancam) Kastorius Sinaga (ahli Kepala Polri), Dosen Hukum UGM/ Staff Kepersidenan,Ahmad Safri Maarif,Ahmad Rubaie (Komisi III DPR)  
30 Maret 1 (Menteri Keuangan Membebas tugaskan unit keberatan pajak)
2 (Hukum Berat Untuk Pegawai Berupah Besar)
3 (Satgas : ada Indikasi)
4 (Pengadilan pajak saat ini perlu dievaluasi)
5 (Remunerasi Pegawai Pajak yang membikin iri)
Mentri Keuangan
Jaksa Agung, Ketua Komisi Yudisial, Inspektur Jendral kementrian keuangan  
31 Maret 1 (Reformasi ditjen pajak supaya dilanjutkan)
2 ( Mahkama Agung tak ada suap)
3 (Reformasi pajak jangan ½ hati)
4 (Beban Politik Sindikat Pajak)
5 Pajak & Pembangkangan Sipil Jubir KPK
Mentri Hukum & HAM, Jendrqal Pajak kementrian Keuangan, Komisi Yudisial. Sosiolog   
1 April 1 (Gayus Mulai Sebutkan Nama) 2 (Dilema gayus di kedai lucky plaza)
3 (Jaksa beda pendapat soal Gayus)
4 (Kompetensi pengadilan pajak)
5 ( 15.000 Nama ditelusuri )
6 (Wajib Pajak kecewa kasus Gayus)
7 (Pajak rakyat lari kemana) Laksana Agung Saputra   
2 April LIBUR
3 April 1(Kepala Polri : Ini jadi pembelajaran) 2(Susno Duadji : Gayus itu baru yang kakunya)
3 (Usut perkara utamanya) AKADEMISI, Mentri Keuangan   
4 April 1 (Kejaksaan terima SPDP Gayus )
2 (Luput dari pengawasan public) Badan Pekerja Indonesia,Sekjen Transparansi Internasional Indonesia  
5 April 1 (Perlu Upaya Mendasar) 2 (Mental Sudah Buruk)
3 (Aksi Keblinger Peniup Peluit)
4 (Mati & Pajak) Rektor UIN,Gubes Hukum Pidana UKJ. Anggota DPR, Wakil Ketua Umum PPP   
6 April 1( Hukuman Mati Bagi Koruptor) 2 (Lima Jaksa Diperiksa)
3(Abang kecewa pada langkah kejaksaan)
4(Belum Perlu ganti Dirjen) Advokat Hukum ( Adnan Buyung Nasution)  
7 April 1 (Kasus Pajak Lebih Besar dari Gayus : PPATK )
2 ( Mafia Hukum : Advokat yang terlibat akan diperiksa) Ketua Dewan Pimpinan Nasional
8 April 1 SBY:Bersihkan Seluruhnya 2 Aliran Dana ke Jaksa ditelusuri 3 Reformasi Penegakan Hukum Presiden
Mentri Hukum & HAM
Dosen Fak.Hukum Univ.Trisakti 
9 April 1 (Teka – Teki Mulai Terungkap : Identitas Mr. X dalam Gayus Diungkap)
2 ( Jaksa Dinon aktifkan: Tidak Cermat dalam penanganan) 3 Korupsi, Fasad, & Jihad Susno Duaji Jaksa Muda & Badan Pengawasan Jaksa
Pengacara
ICW, Dirut Sekolah Pasca Sajana UIN   
10 April 1 Polri belum Cegah SJ 2 ( Mabes Polri Tunggu Hasil dari dewan pers : Pemeran Makelar kasus palsu merasa di jebak)
3 Rumah-rumah Mewah Milik Bahasyim
4 Ya..Apa kata dunia? Mantan Wakil Kepala Kapolri,
Satgas Mafia Hukum Sekertaris Pers, ICW, Guru Besar AN Univ.Andalas)  
11 April 1 ( SJ diduga di luar negeri : Susno duadji di panggil kembali)
2 Bahasyim Tidak Akan Mengorbankan Anak & Istrinya Mabes Polri Inspektur Jendral Mentri Hukum & HAM,
Anggota Komisi III DPR,
Pengacara,
Advokat  
12 April 1 Pekan Ini Sjahril ke Indonesia
2 Petunjuk Lain dari Susno Duaji Anggota Komisi Kepolisian, Sekertaris Satgas Mafia Hukum, Susno Duaji Mantan Jaksa Agung  

C. Suara Merdeka
Suara Merdeka didirikan oleh H. Hetami pada tahun 1950 di Semarang. Hetami bukan penulis yang menarik dan jenaka seperti Wonohito dalam kolom profilnya di Minggu Pagi. Kekuatan Hetami terletak pada keterampilannya menulis tajuk berita yang “catching” dan serta merta menangkap perhatian pembaca. Ia teliti menyunting berita luar negeri yang pada waktu itu harus didengar dan dimonitor sendiri dari pesawat radio. Ia suka berita atau tulisan pendek, bernas, dan mudah dipahami. Lay out Suara Merdeka dibuatnya khas, tidak sama dengan penampilan koran lain. Berkat kepemimpinannya, Suara Merdeka berkembang pesat, survive di tengah partijpolitiek zaman Orde Lama .
1. Editorial Media
Media massa Suara Merdeka dalam menempatkan berita kasus mafia hukum lebih banyak diletakkan dibagian non headline dengan prosentase 50%. Sedangkan pada bagian headline sebanyak 38,9 %. Adapun dalam menampung analisis berita tentang mafia hukum, Suara Merdeka cukup banyak menampilkan analisis tersebut dalam bagian opini dengan prosentase 11,1%. Dengan fakta tersebut, berita tentang mafia hukum masih kurang mendapatkan respon yang cukup tinggi dengan bukti fakta editorial ini.

2. Narasumber
Dalam pengambilan sumber berita, Suara Merdeka lebih banyak diambil dari institusi non penegak hukum dengan prosentase 51, 8%. Meskipun begitu, selisihnya tidak begitu jauh dengan sumber berita yang diambil dari institusi penegak hukum dengan selisih satu persen yakni 48,2%. Dengan demikian, media massa ini cukup seimbang dalam mengambil data dari narasumber yang berkaitan dengan mafia hukum di Indonesia.

3. Fokus Pemeberitaan
Fokus pemeberitaan media massa Suara Merdeka lebih banyak membahas tentang proses pemeriksaan dengan prosentase 50%. Sedangkan pada focus pemeritaan dugaan tersangka dan penetapan tersangka seimbang dengan prosesntase 23, 1 % dan 26%. Dengan demikian, rata-rata pemeberitaan yang ditampilkan lebih sering tentang proses pemeriksaan disbanding lainnya.

4. Data Sekunder Suara Merdeka
Tgl Editorial Media Narasumber Fokus Pemberitaan
Headline Non Headline Opini Penegak Hukum Non Penegak Hukum Dugaan Tersangka Proses Pemeriksaan Penetapan Tersangka
22 Maret 1 (Mega : SBY Harus Ambil Alih) Polri Parpol, Akademisi, KOMPOLNAS 
23 Maret 1 (Susno Masih Terperiksa) Mantan Bareskrim, Polri, Bareskrim, Jaksa Propam, KPK 
24 Maret 1 (Jaksa Agung Akui Ada Kejanggalan) 1 (Tontonan Eker-Ekeran Antar Elite) Jaksa, Mantan Bareskrim, Polri, Kabareskrim, Satgas Mafia Hukum Redaksi 
25 Maret 1 (Susno Disembunyikan) 2 (Kasus Gayus Tambunan Diusut Lagi, Bermula Dari Mafia Pangkat dan Jabatan) Kapolri, Mantan Bareskrim, Satgas Mafia Hukum Pengacara, Propam, Akademisi, Jubir Presiden, Menetri Keuangan. 
26 Maret 1 (Gayus Kabur ke Singapura) 1 (Bergaji Rp 11 Juataan Punya Rekening 25 M) 1 (Menyelamatkan Institusi Polri) Polri, Kejagung, Satgas Mafia Hukum Ditjen Pajak, Pengacara, Kompolnas, Menko Polhukam, Akademisi, KPK 
27 Maret 1 (Andi Kokasih Serahkan Diri) 2 (Terima Rp 1,9 Miliar, Susno Tolak Diperiksa) PPATK, Polri Propam, Pengacara Ditjen Pajak, Menteri Keuangan, Komisi Yudisial  
28 Maret Andi Kokasih Ditahan Polri, Kabareskrim, Satgas Mafia Hukum, Kompolnas, ICW, KPK 
29 Maret 1 (Gayus Ubah Nama) 1 (Susno, From Zero to Hero) 1 (Harus Berani Terbuka) Polri, Akademisi 
30 Maret 1 (Sosok Mr X ditangan Susno) Mantan Bareskrim, Polri, Bareskrim, Jaksa Propam, KPK 
31 Maret 1 (Gayus Ditangkap di Singapura) 1 (Susno Diberi Perlindungan Politik) 1 (Pajak dan Good Gavernance) Polri, Mantan Bareskrim, Bareskrim DPR, Pengacara, Menteri, PPATK, Ditjen Pajak, Akademisi 
1 April 1) Gayus Dijerat 3 Pasal Lagi 2) Edmond & Raja Diperiksa Kadiv Humas Mabes Polri, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Penasihat Kapolri, Jaksa Agung Jubir Wapres, Pengacara Susno, 
2 April Libur
3 April 1) Korbann Gayus Berjatuhan 2) Siap Mundur
3) Sang Ayah Bersahaja, Si Anak Jadi Mafia Kapolri, Kadiv Humas Mabes Polri Anggota Komisi III DPR, Penasehat Fraksi Golkar, dirjen Pajak, Direktur Kitsda, Direktorat Jendral Pajak, 
4 April 1) DPR Panggil Susno & Gayus 2) Buyung Siap Membela Div Humas Mabes Polri, kabareskrim Mabes Polri, Satgas Mafia Hukum, Wakil Ketua Komisi III DPR, Wantimpres, Redaksi  
5 April 1) Susno: Copot Saja Tak Cukup 2) Koruptor Kabur & “Bisnis” Korupsi
3) Tiap Lebaran gayus Ke purworejo Anggota Komisi Polri, Kabareskrim Mabes Polri, Kejagung IPW, ICW, Guru Besar Univ.Sebelas Maret  
6 April 1) Bongkar Tuntas Mafia Pajak 2) Gayus Tambunan Akhirnya Dipecat Kadiv Humas Mabes Polri, Menkeu Presiden RI, Kemenkeu, Pengacara, Anggota Komisi Pengawas Perpajakan  
7 April 1) Institusi Hukum Sarang Mafia
2) Kekayaan Gayus Diduga Rp.200 Miliyar Mafia Hukum, Kabareskrim, Kadiv Humas Mabes Polri, Ispektur Jendral Kemenkeu, Jaksa Agung 
8 April 1) Gayus Ungkap Mafia Baru 2) Uang Belanja Istri Rp.3,1 Milyar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Susno Duaji 
9 April 1) 15 Jaksa Jadi Tersangka 2) Rekening Bahasyim Puluhan Milyar Kabid Humas Metro Jaya, Susno Duaji Ketua Komisi III, Wakil Ketua Komisi II, Kuasa Hukum  
10 April 1) Bahasyim Assifie Ditahan 2) SJ Bisa Lari Ke Luar Negri Kabid Humas Polda Metro Jaya, Waketum DPP PAN, Menkumham, Kemenkumham 
11 Aprill Tidak Ada Berita
12 April 1) Susno Siap Buka Jati Diri SJ 2) Transparansi Di Pengadilan Pajak Polri Dirjen Pajak, DPR, Akademisi  

D. Media Indonesia
Media Indonesia pertama kali diterbitkan pada tanggal 19 January 1970. Sebagai surat kabar umum pada masa itu, Media Indonesia baru bisa terbit 4 halaman dengan tiras yang amat terbatas. Berkantor di Jl. MT. Haryono, Jakarta, disitulah sejarah panjang Media Indonesia berawal. Lembaga yang menerbitkan Media Indonesia adalah Yayasan Warta Indonesia.
Tahun 1976, surat kabar ini kemudian berkembang menjadi 8 halaman. Sementara itu perkembangan regulasi di bidang pers dan penerbitan terjadi. Salah satunya adalah perubahan SIT (Surat Izin Terbit) menjadi SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers). Karena perubahan ini penerbitan dihadapkan pada realitas bahwa pers tidak semata menanggung beban idealnya tapi juga harus tumbuh sebagai badan usaha.
Dengan kesadaran untuk terus maju, pada tahun 1988 Teuku Yousli Syah selaku pendiri Media Indonesia bergandeng tangan dengan Surya Paloh, mantan pimpinan surat kabar Prioritas. Dengan kerjasama ini, dua kekuatan bersatu : kekuatan pengalaman bergandeng dengan kekuatan modal dan semangat. Maka pada tahun tersebut lahirlah Media Indonesia dengan manajemen baru dibawah PT. Citra Media Nusa Purnama. dengan Surya Paloh sebagai Direktur Utama sedangkan Teuku Yousli Syah sebagai Pemimpin Umum, dan Pemimpin Perusahaan dipegang oleh Lestary Luhur .
1. Editorial Media
Media massa Media Indonesia dalam editorialnya lebih banyak menempatkan berita mafia hukum dalam bagian non headline dengan prosentase sebesar 51,8 %. Sedangkan pada bagian headline hanya sebesar 35 %. Adapun pada bagian analisis berita pada opini hanya 12,5 %. Dengan demikian, berita tentang mafia hukum kurang difokuskan dalam rata-rata pemeritaannya.

2. Narasumber
Dalam proses pengambilan sumber berita, Media Indonesia lebih banyak diambil dari institusi non penegak hukum dengan prosentase sebesar 58,1%. Sedangkam sumber yang berasal dari institusi penegak hukum sebesar 41,2%. Dengan demikian sumber yang diambil dari rata-rata pemeberitaan di Media Indonesia dalam kasus mafia hukum labih lebih banyak diambil dari sumber non penegak hukum.

3. Fokus Pemberitaan
Fokus pemeburataan dalam media massa Media Indonesia lebih banyak lebih banyak membicarakan tentang proses pemeriksaan dengan prosesntase sebesar 50%. Sedangkan focus pemeberitaan tentang dugaan dan penetapan tersangka memiliki prosesntase yang cukup seimbang, yakni sebesar 23,1 dan 26,9%. Dengan demukian, rata-rata pemeberitaan pada Media Indonesia tentang mafia hukum lebih banyak membicarakan masalah proses pemeriksaan.

4. Data Sekunder Media Indonesia
tgl Editorial Media Narasumber Fokus Pemberitaan
Headline Non Headline opini Penegak Hukum Non-Penegak hukum Dugaan tersangka Proses pemeriksaan Tersangka
22
maret 1 (Megawati Minta Presiden Turun Tangan) Mantan Presiden, 
23 maret 1 (Tim Eksaminasi Kejagung Urus Gayus) 2 (Presiden Harus Bentuk Tim Khusus Markus) Polri, Hakim Konstitusi, Satgas Mafia hukum Komisi Hukum Nasional, 
24 maret 1 (Susno Duadji Sudah Jadi Tersangka) 2 (Saatnya Polri Bersih-Bersih) Kapolri, Police Watch, Dosen Ilmuu Hukum HI 
25 Maret 1 (Akhirnya Kapolri Akui Ada Rekayasa Pajak,) 2 (Gayus Bebas Jaksa tuding Bukti Polisi Lemah, 3 Pegawai Golongan IIIA, Aset Milyaran Rupiah,
4 Polri Sibuk Cari Kesalahan Susno, Kehormatan Polisi) Kapolri, Satgas, Jaksa Agung Muda Irjen Kementerian Keuangan, Ayah Gayus, Kuasa Hukum Susno  
26 Maret 1 (Komplotan Gayus Buron) 2 (Tidak Mustahil Masih Ada Makelar Selain Gayus) Polri, MA, Jaksa, Susno, DPR, Kementerian Keuangan, Pengacara   
27 Maret 1 (Gayus Mainkan Pajak Sejak Tahun 2007, Andi Kokasih Menyerahkan Diri) 2 (Manipulasi Pajak Libatkan Tiga Institusi) Polri, Ditjen Pajak, ICW, Tim Advokat Susno,  
28 Maret
29 Maret 1 (Jadi Sarang Makelar Kasus Institusi Pajak ) 2 (Mafioso Pajak Berlaga Remunerasi Bakal Remuk, 3 Periksa Kekayaan Aparat Ditjen Pajak,
4 Gayus Tambunan Diburu Hingga ke 19, Mencekal Setelah Libur) 5 (Perlu si Nekat Memberantas Business as Usual) Mahkamah Agung, Menteri Hukum dan HAM, DPR, Adnan Buyung Nasution  
30 Maret 1 (Negara Kalah Telak 1-4 di Pengadilan Pajak,) 2 (Tim Independen Periksa Advokat Haposan Huatagalung, 3 Kekecewaan Wajib Pajak) Pengadilan Negeri ICW, Pengacara Susno, Pengacara Andi Kokasih, DPR, Indonesia Budget Center (IBC)   
31 Maret 1(Dirigen Mafia Hukum di Polri belum di Sentuh) 2(Lain di Kemenkeu Lain di Kepolisian)3(Sistem Pengawasan Kemenkeu Diakui Masih Lemah Penyidik POLRI,Susno Duadji Anggota DPR RI 
1 April 1 (“Gayus bernyanyilah”) 2(Jaksa Agung Pastikan Kasus Gayus Korupsi, 3 Gayus diteriaki maling nyaris dikeroyok massa, 4 Lain di kemenkeu Lain di kepolisian) Polri
Peneliti ICW, Akademisi, Pakar Hukum Pidana, Ditjen Pajak  
2 April Libur Libur Libur Libur Libur Libur Libur Libur
3 April 1 (POLRI Bersih-Bersih Kejaksaan lamban) 2 (Menanti Giliran Jaksa dan Hakim, 3 Andai Saya Presiden, 4 DPR siap bentuk Pansus mafia pajak) Satgas Mafia Hukum ICW, Akademisi   
4 April 1(Perusahaan Besar Setor Dana Ke Gayus) Kadiv Humas POLRI,Wakadiv Humas 
5 April 1 (Gayus mengaku diatur jaringan pajak ) 2 (JK nilai PPATK lakukan Standar ganda) 3 (Menunggu sapu bersih kejaksaan, 4 Menanti Giliran Jaksa dan Hakim ) Polri ICW, Advokat Hukum, Akademisi  
6 April 1 Jaksa Cenderung Lindungi Korps 2 praktik Kongkalikong Pajak Harus di sapu bersih 3 Markus Pajak Pasti Berantai Polri, Jaksa Agung Presiden, Ditjen pajak, Anggota DPR  
7 April 1(Pegawai Berlimang Harta) 2(Pengadilan Pajak di Resrtukturisasi) POLRI Ditjen Pajak 
8 April 1(Mahkama Agung Cuci Tangan) 2(Eksklusifme Pengadilan Pajak) 3 (Pegawai Pajak jangan dipukul rata) 4 (Terlibat mafia pajak banyak jaksa di mutasi) Polri, Pengadilan Negeri Tanggerang Komisi Yudisial, ,ICW,Akademisi 
9 April 1(Komisi III minta Cekal, SJ sudah di Australia) 2 (Keberanian Susno dan Komisi III DPR)
3(Jaksa Cirrus Sinaga Dicopot dari Jabatan)

POLRI Anggota DPR,Pengacara,PPATK 
10 April 1 Polisi Enggan Cekal Syahril Djohan 2 Bahasyim Terlibat Money Loundring Korupsi 3 DPR harus dukung Susno
4 Bongkar Mega Korupsi Pajak Kombes Polda Metro Jaya, Ditjen Imigrasi Ahli Bidang Money Loundry,  
11 April 1(Mafia Pajak Tilap 140 Trilyun) POLRI,Jaksa Ditjen Pajak 
12 April 1(SJ Sudah di Periksa) 2(Pansus akan di Konfrontasi dengan Jaksa) POLRI, Jaksa Agung Ditjen Pajak,PPATK, 

E. Kedaulatan Rakyat
Koran Harian Kedaulatan Rakyat Yogya terbit pertama kali pada tanggal 27 September 1945 dan merupakan Koran ke – 2 setelah I Koran dengan bahasa jawa yang dibredeli oleh tentara jepang. Kemudian Jepang menerbitkan Koran sinar matahari. Didorong keinginan menerbitkan Koran sendiri , terbitlah harian kedaulatan rakyat ini. Nama harian “Kedaulatan Rakyat” diambil dari UUD 1945 alinea 4. Selama ini penghargaan yang pernah diterima harian Kedaulatan Rakyat ini antara lain adalah Koran terbaca terbanyak ke 7 di Indonesia berdasarkan Nelson Media Riset. Dan sebagai Koran harian yang memuat iklan terbanyak ke 4 dari seluruh Koran harian yang diterbitkan di Indonesia .

1. Editorial Media
Media massa Kedaulatan Rakyat dalam editorialnya memiliki keseimbangan dalam meletakkan berita mafia hukum di bagian headline dan non headline dengan prosentase sebesar 40% dan 40%. Adapun dalam bagian opini sebesar 20 %. Dengan demikian, Kedaulatan Rakyat menempatkan berita mafia hukum dengan sangat proporsional berdasarkan editorial media.

2. Narasumber
Dalam proses pengambilan sumber berita, media massa Kedaulatan Rakyat lebih banyak mengambil sumber berita dari institusi non penegak hukum dengan prosentase sebesar 48,2. Sedangkan sumber berita yang diambil dari institusi penegak hukum sebesar 48,2. Dengan demikian, masih ada keseimbangan dalam pengambilan sumber data yang memberitakan masalah mafia kasus.

3. Fokus Pemberitahuan
Fokus pemberitaan media massa Kedaulatan Rakyat lebih banyak berbicara tentang dugaan tersangka. Sedangkan focus pemberitaan penetapan tersangka sebesar 33.3% dan yang paling rendah adalah proses pemeriksaan hanya 12,5%. Dengan demikian rata-rata focus pembicaraan kasus mafia hukum lebih banyak membahas tentang dugaan tersangka

4. Data Sekunder Koran Kedaulatn Rakyat

Tgl Editorial Media Narasumber Fokus Pemberitaan
Headline Non-Headline Opini Penegak Hukum Non-Penegak Hukum Dugaan Tersangka Proses Pmemeriksaa Penetapan Tersangka
22 maret 1 (Susno Siap Bongkar Kasus Lain) Polri, Pengacara, 
23
Maret 1 (Susno Diperiksa Propam Mabes Polri Mantan Bareskrim, Mabes Polri, 
24 Maret 1 (Susno Tersangka Pencemaran Nama baik) Polri, Satgas Mafia Hukum
Ditjen Pajak 
25Maret I(Kapolri Akui Ada Kejanggalan Penyidikan) POLRI Staff Keperesidenan, Direktur ICM 
26Maret 1 (Gayus Diduga Kabur ke Singapura) 1 (Bagaimanapun Polri Alat Keamanan Negara) Polri, Mantan Bareskrim, Kapuspenkum, Kejagung Tim Pembela Muslim, Redaksi 
27 Maret 1 (Andy Kosasih Serahkan Diri) 1 (Skandal Pajak Nasional) POLRI, Ketau M.A Pengacara,Akademisi  
28 Maret 1 (Andy Kosasih Akhirnya Ditahan
2 (Dari Rumah Triplek ke Apartemen Mewah) POLRI PPATK 
29 Maret 1 (Kosasih Saksi Kunci Susno) 2 (Ditjen Pajak Perlu Direformasi) Divisi Propam Polri, Satgas Mafia Hukum, Anggota Komisi III DPR  
30 Maret 1 (Satgas Segera Bongkar Mafia Pajak) 2 (Susno Minta Dukungan DPR Satgas Mafia Hukum,Kepala Div Humas Polri, Wakil Ketua Komisi III DPR , Wakil Ketua DPR RI  
31 Maret 1 (Penyidik-Pengacara Gayus Tersangka) Kadiv Humas Mabes Polri, Susno Duaji 
1 April 1 (Dua Jendral Polisi Dibidik) 1 (Jaksa Cirus Segera Diperiksa) 1 (Drama Gayus Antara Moral dan Hedonisme) Kabareskrim, Satgas, Jaksa Redaksi  
2 April LIBUR LIBUR LIBUR LIBUR LIBUR LIBUR LIBUR LIBUR
3 April 1 (Gayus Terlalu Kecil, Tangkap Sutradaranya 1
( Dirjen Pajak Siap Mundur) 1 (Kasus Gayus Bagaikan Bola Panas) Polri, Kejaksaan, Dirjen Pajak, Direktur Kitsda, Redaksi, 
4 April 1 (Motor Gede untuk Menyuap) Polri, Pengacara, 
5 April 1 (Jendral Bintang Tiga Disebut) 1 (Gayus Tambunan : Gambaran Kegagalan) Polri, Bareskrim, Peneliti, Ditjen Pajak  
6 April —————— ———————- —————— ——————– —————— ——————– ——————– ——————
7 April Bongkar Korupsi Rp. 100 M Lintas Instansi Susno Dirjen Pajak Naik Jadi 9 M Ketua Mahkama Konstitusi ( Mahfud MD), Kejaksaan Ketua Pusat Laporan dan Analisis Transaksi Keuangan (Yunus Husein), DPR 
8 April Tersangka Pajak Bertambah Persoalan Pajak, Masalah Yang Peka POLRI, Jaksa Agung Hendarman DPR, Presiden SBY, Redaksi 
9 April 1(Ada Jendral Minta 2 Millyar) 1 (Jaksa Cirus dan Poltak Dicopot) 1 (Negeri Horegh) Susno Duadji PPATK,Pengacara Susno Duadji, Fahmi Radli 
10 April Mantan Pejabat Pajak Ditahan Jaksa Kena Sanksi Bertambah POLRI,Kasat Tindak Pidana Korupsi, Jaksa Anggota DPR, 
11 April -
-
-
-
-
-
-
-
12 April Bersihkan Mulai Kapolri Susno Duadji, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mantan Aktifis Ham, 

F. Komparasi Antar Media Massa (Republika, KOMPAS, Suara Merdeka, Media Indonesia, dan Kedaulatan Rakyat)
1. Editorial Media
a. Headline
Diantara kelima surat kabar tersebut, peletakan berita kasus mafia hukum pada bagian headline yang frekuensinya paling banyak adalah Media Indonesia dengan prosentase 31 %. Sedangkan media massa yang lainnya memiliki prosesntase seimbang.

b. Non Headline
Diantara kelima surat kabar tersebut, peletakan berita kasus mafia hukum pada bagian non headline yang frekuensinya paling banyak adalah KOMPAS dengan prosentase 36%. Adapun yang frekuensinya terabanyak selanjutnya adalah Media Indonesia dengan prosentase 25%. Sedangkan media massa yang lainnya memiliki frekuensi yang seimbang.

c. Opini
Dalam peletakan analisis berita mafia hukum di bagian opini, Media Indonesia dan Kedaulatan Rakyat memiliki frekuensi yang sama banyaknya dengan prosesntase 32% dan 31%. Sedangkan media massa memiliki yang lain memiiliki prosesntase frekuinsi yang seimbang.

2. Narasumber
a. Institusi Penegak Hukum
Dalam mengambil sumber pemberitaan yang besumber dari institusi penegak hukum terkait dengan kasus mafia hukum, Suara Merdeka memiliki frekuensi yang terbesar dengan prosentase 32%. Sedangkan KOMPAS memiliki frekuensi yang paling kecil dalam pengambilan sumber pemberitaan dari institusi penegak hukum dengan prosentase 10% .

b. Institusi Non Penegak Hukum
Dalam mengambil sumber pemberitaan yang bersumber dari institusi non penegak hukum, Suara Merdeka juga memiliki frekuensi yang paling banyak dengan prosesntase 30%. Sedangkan Republika memliki frekuensi yang paling kecil dalam pengambilan sumber pemeberitaan dari institusi non penegak hukum dengan prosentase 10%.

3. Fokus Pemberitaan
a. Dugaan Tersangka
Dalam melakukan focus pemeberitaan kasus mafia hukum tentang dugaan tersangka, Kedaulatan Rakyat dan Kompas lebih memiliki frekuensi paling besar dengan prosesntase 31% dan 37%. Sedangkan media massa yang lain memiliki frekuensi yang seimbang.

b. Proses Pemeriksaan
Dalam melakukan focus pemeberitaan kasus mafia hukum tentang tentang proses pemeriksaan, KOMPAS memiliki frekuensi yang paling besar dengan prosesntase 29 %. Sedangkan yang paling rendah frekuensinya adalah Kedaulatan Rakyat dengan 6%.

c. Penetapan Tersangka
Dalam melakukan focus pemebritaan kasus mafia hukum tentang penetapan tersangka, Media Indonesia memiliki frekuensinya paling besar dengan prosentase 33%. Sedangkan Republika memiliki frekuensi yang paling rendah dengan prosentase 9%.

IV. Penutup
Analisis Isi adalah salah satu metode untuk memahami pesan yang direpresentasikan dalan suatu teks. Pendekatannya kuantiatif, yaitu dengan mengkodekan isi menurut kode tertentu (seperti variabel dan nilai). Metode ini dapat digunakan untuk menyajikan peta latar belakang (background-map) dari representasi teks itu.
Dari penelitian ini, bisa diketahui gambaran umum secara obyektif dari sekian banyak variasi yang diberitakan oleh media massa tentang mafia hukum di Indonesia dari sudut pandang editorial media, narasumber, dan focus pemeberitaan.
Pendekatan kuantitatif Analisis Isi berperan dalam membuat peta latar belakang representasi teks itu. Beberapa pakar menyebutkan, peneliti dapat melanjutkan penelitiannya dengan menggunakan metode kualitatif, seperti metode Semiotik atau interpretasi teks individual, untuk dapat mengetahui lebih dalam representasi pesan dari suatu teks.

Daftar Pustaka

Bell, Philip. (2001). “Content Analysis of Visual Images.” Dalam Jewit, Carey, dan Van Leewen, Theo. Handbook of Visual Analysis. London: Sage Publications.
Berger, Arthur Asa. (1991). Media Analysis Technique. London: SAGE Publications.
Cresswell, John W. (2003). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods . London: SAGE Publications.
Krippendorff, Klaus. (1991). Analisis Isi: Pengantar Teori dan Metodologi. Jakarta: Rajawali Pers.
Neuman W. Lawrence. (2000). Sosial Research Methods: Qualitative and Quantitative, Approaches. Boston: Allyn and Bacon.
Sobur, Alex. (2001). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

22 Januari 2011 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.