Cyber Politik : Komunikasi Politik Melalui Internet

  1. A. Konseptual

cyber politicKomunikasi politik sekarang telah mengalami perkembangan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membantu perkembangan komunikasi politik. Tidak hanya secara konvensional dengan cara bertemu langsung dengan cara face to face tetapi banyak cara yang dapat digunakan. Salah satunya menggunakan media internet.

Beberapa layanan yang ada seperti e-mail, internet, teleconference, net-meeting, memberikan kemudahan dalam berkomunikasi politik dari bertemu secara langsung menjadi tanpa terbatas jarak. Ruang cyber memberikan inovasi berkomunikasi dan memperoleh informasi, hal ini sedikit menggeser keberadaan media cetak.

Cyberspace berasal dari bahasa Yunani, kubernan, yaitu ruang maya tanpa batas, imajinatif dan dapat dihayati melalui perwujudan virtual. Kata cyber berasal dari kata cybernetics. Pada tahun 1947, Norbert Wiener menggunakan istilah ini untuk mendefinisikan sebuah bidang ilmu yang terkait dengan elektro, matematika, biologi, neurofisiologi, antropologi, dan psikologi.[1]

Terdapat beberapa definisi dari cyberspace, antara lain:

•    Cyberspace adalah sebuah halusinasi yang dialami oleh jutaan orang setiap hari (berupa) representasi grafis yang sangat kompleks dan data di dalam sistem pikiran manusia yang diabstraksikan melalui bank data setiap komputer”. (Gibson, Neuromancer 1993).

•    Cyberspace adalah sebuah ‘ruang imaiiner’ atau ‘maya’ yang bersifat artifisial, di mana setiap orang melakukan apa saja yang biasa dilakukan dalam kehidupan sosial dengan cara yang baru. (Howard Rheingold)

Ruang lingkup yang luas membuat cyberspace seakan tidak mempunyai lingkup yang terbatas. Hal ini memungkinkan orang dapat saling berhubungan melalui computer dan internet. Adanya cyberpace memberikian ruang atau cara berkomunikasi politik baru. Tanpa adanya kendali kekuasaan tertentu, karena bersifat terbuka, cyberspace lebih dianggap demokratis.  Tujuan utama dari Cyberspace adalah transparansi di segala bidang, terutama di bidang pemerintahan. Dengan demikian, partisipasi politik masyarakat akan lebih tinggi karena pemerintah semakin terbuka untuk mengkomunikasikan seluruh kebijakannya pada masyarakat.

Hubungan media internet dengan politik, tidak akan lepas dengan apa yang namanya blog. Blog muncul sekitar tahun 2000an. blogosphere adalah suatu sistem besar yang melibatkan banyak aktor, mulai dari blogger sampai dengan masyarakat umum.[2] Untuk lebih tahu tentang konsepsi blogosphere lihat gambat di bawah ini.

Sumber: Hhtp://www.ririsatria.net.2008/07/29/permodelan-sistem-blogsphere/

Dari Gambat tersebut terdapat empat interaksi. Pertama antara blog dengan blogger. Bagimana di dalam blog bisa memuat opininya. Banyak jenis – jenis dari blog. Salah satunya blog politik.[3] Blog politik biasanya memuat topik tentang politik kemudian diberi komentar dari para pembaca. Namun sekarang, blog digunakan sebagai sarana berkampanye. Interaksi kedua, antara blogger dengan blogger. Mereka saling bertukar pendapat mengenai sesuatu yang mereka postingkan. Interaksi ketiga, antara blogger dengan non-blogger. Opini yang ditulis diblog dapat dibaca oleh khalayak umum, hal ini bisa membentuk suatu pandangan umum tentang sebuah isu. Interaksi terakhir, non-blogger dapat mentranferkan apa yang dia baca di blog di khalayak umum. Hal ini mengapa tak heran blogosphere bisa berpengaruh terhadap isu yang berkembang di umum, termasuk tentang politik.

Berkomunikasi politik dengan menggunakan media internet memiliki kelebihan dan kekuranga. Antara lain:

v   Kelebihan Cyberspace[4]

+   Memecahakan persoalan kebebasan dan demokrasi.

è memiliki keluasaan  mengekspresikan pendapat dan ide. Dalam cyber-politik bebas berekspresi tanpa ada tekanan  dari pihak manapun. Kita lebih bebas dalam mengungkapkan pendapat terkait sesuatu isu.

+   Penyebaran informasi yang transparan dan terbuka

è kita dapat mengakses informasi yang kita inginkan. Jalannya informasi lebih detail dan rinci. Termasuk informasi mengenai anggaran atau kebijakan negara lainnya.

+   Tempat orang menciptakan ‘otoritas’ (authority) dan kekuasaan’ (power) bagi dirinya sendiri.

è Di dalam cyberspace terdapat ‘kebebasan informasi’, kebebasan berbicara, kebebasan mengkritik. Di dalamnya juga, seseorang tidak hanya dapat mengekspresikan ego individualnya, tetapi ia juga dapat bermain di dalam ‘ruang fantasi’. Dalam media lain kita mempunyai keterbatasan dalam berpendapat. Ruang yang diberiikan tidak mampu mencakup pendapat – pendapat public. Dengan adanya internet, kita bisa menuangkan pendapat kita, misalnya mengenai isu tentang jalannya pemilu.

+   ‘ecialitanian public space’

è Semacam tempat dimana anggota masyarakat berkumpul untuk mendiskusikan ide-ide untuk memecahkan persoalan bersama. Adanya aspirasi – aspirasi  biasanya kita sampaikan melalui perantara, salah satunya partai politik. Namun, sekarang partai politik tidak bisa merepresentasikan apa yang diinginkan rakyat. Dengan adanya cyber-politik ini semakan ruang diskusi terbuka dimana setiap orang dapat ikut berpendapat dan menyalurkan pendapat secara terbuka terkait isu politik yanga ada.

+   Lahan berkampanye murah

è Dengan menggunakan komunikasi ini, kita bisa melakukan kampanye yang cenderung memakan biaya yang murah.

v  Kekurangan Cyberspace[5]

–      Cvbercnme’ dan ‘cyberviolence’ tetap menjadi kejahatan masa depan, bahkan Ia mendapatkan tempatnya yang Iebih ‘aman’, karena sifat cyberspace yang tanpa alamat. Ruang llingkup yang luas dan terbuka membuat kadang terjadi pengekspresiaan yang tidak beretika.

–      Tidak semua lapisan masyarakat dapat mengakses informasi melalui cyberspace. Selain karena membutuhkan dana lebih, sarana dan prasarana cyberspace juga belum merata. Tidak semua orang yang “melek” teknologi, maka internet hanya bisa diakses oleh orang – orang tertentu.

–      Bahaya utama cyberspace bila orang memasuki batas (border) yang seharusnya tidak ia lewati. Melewati tapal batas berarti menjadi over, menjadi hyper atau menjadi ekstrim.

–      Ia menciptakan ‘cyber selfishness’, seorang yang tidak bertanggungjawab secara sosial. Kenyamanan yang ditimbulkan oleh cyberspace bisa menjadi candu bagi penggunanya.

–      Keleluasaan yang ditawarkan memang menggiurkan, tetapi justru terkadang hal seperti ini, yaitu tidak berhadapan langsung dengan lawan bicara, membuat kita tidak bisa mengetahui apakah sang lawan bicara mempunyai maksud yang benar seperti apa yang dia bicarakan. Tidak heran bila banyak terjadi kebohongan ataupun penipuan di dalam komunikasi cyberspace

  1. B. Kontekstual

Internet merebak di Indonesia pada tahun1990an. Dimulai dari pagayuban network sekarang berkembang  menjadi luas. Pengguna internet di Indonesia sekarang mencapai 33 juta orang. Hal ini juga berdampak pada komunikasi politik dengan media internet, atau sering disebut dengan cyber politic. Cyber politic di Indonesia mengalami perkembangan beberapa tahun terakhir. Banyaknya sarana yang mendukung perkembangan cyber politic seperti adanya facebook, friendster, mailing list, you tobe, dan lain – lain.

Strategi dalam berkampanye yang dilakukan dalam komunikasi politik dengan menggunakan bantuan media internet atau yang disebut dengan viral marketing. Dengan bantuan media internet kita bisa menyalurkan visi, platform, trade record calon pemimpin di sarana – sarana intenet.

Salah satu contoh kasus penggunaan media internet sebagai sarana berkampanye adalah Fadjroel Rahman, kandidat capres independent. Dia menggunakan media seperti Multiply, Facebook, MySpace, Friendster, dan berbagai from seperti Forum Pembaca Kompas, ForumITB82, dan Forum Kaskus Indonesia. Web yang dibuatnya dan diberi nama www.fadjroelrachma. com  juga dimanfaatkannya untuk memkampanyekan dirinya. Dalam waktu empat hari setelah softlaunching tercatat 1000an pengunjung yang ada. Sarana internet ini juga sebagai lahan untuk mengumpulkan dana agar transparan dan akuntabel. Cara ini dilakukan karena dirasa lebih murah daripada kampanye dengan cara konfensonal seperti biasa.

Kasus lain yang menggunalan kemajuan teknologi internet adalah pasangan Achmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade). Pasangan Hade memenagngkan pemilihan gubernur Jawa Barat kemarin. Salah satu strategi yang gencar digunakan adalah viral marketing. Hade mengsosialisasikan visi misi mereka melalui blog, jejaring sosial. Dengan bidikan anak muda, para pencari kerja,  mereka lebih dikenal dibandingan calon lainnya. Alhasil orang lebih paham dan tahu visi misi program yang mereka tawarkan.

Internet bukan hanya sebagai sarana untuk berkampanye partai politik saja. Melainkan sebagai salah satu komunikasi politik untuk membentuk opini yang berkembang.  Blog bisa sebagai sebuah kekuatan politik tersendiri.[6] Dalam blog kita bisa mengekspresikan apa yang menjadi opini kita tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Jika media massa terikat oleh kode etik jurnalistik atau terhambat oleh “tekanan” pemilik modal.[7] Blog lebig bersifat lepas, verifikasi atas informasi yang ditayangkan di Internet adalah tanggung jawab pengguna internet itu sendiri[8]. Tak heran blog dianggap salah satu bagian yang mendukung berkembangnya demokrasi. Berbagai pandangan yang berkembang dalam blogosphere memang bersifat subyektif. Tidak akan ada blog akan merumuskan suatu pandangan bersama tentang sebuah isu, karena sifat subyektifan ini bisa membuat blog memanipulasi realita sebenarnya. Namun, blog bisa memberikan titik rujukan bersama mengenai sebuah isu yang diangkat.[9]

Sebagai salah satu kekuatan politik, berekembangnya berbagai pandangan akan justru menjadi penyeimbang bagi sistem politik yang dominan oleh partai politik. [10] Partai politik sering kali memanipulasi realita yang ada agar dapat mengutungkan mereka, sedangkan adanya blog kita bisa menemukan segala pandangan mengenai isu. Salah satu contohnya weblog milik Mr. Sawali Tuhusetya yang menyuarakan suara grasroots dalam pendidikan.[11]

Keuntungan lain dari internet adalah kontrol yang susah oleh pemerintah.[12] Kebebasan berekspresi yang ditawarkan dalam blogosphere, kadang menimbulkan pemikiran yang bersebrangan dengan peraturan atau kebijakan pemerintah. Karena belum ada undang – undang yag mengenai dunia cyber. Untuk menguatkan kontrol pemerintah terhadap cyberspace maka dibuatkan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. UU ini dibuat bertujuan untuk menjerat penjahat internet dan pelanggaran atas hak cipta.

Namun, adanya UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik menuai polemik tersendiri. Kasus Prita Mulyasari menjadi contoh, blogosphere menjadi sebuah kekuatan politik baru, serta menunjukan belum efektifnya UU ITE bekerja.

Prita Mulyasari terjerat pasal 27 ayat 3 Undang – undang No. 11 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia didakwa telah mencemarkan nama baik RS Omni Internasional melalui email yang dikirimkan kepada 10 temannya. Dalam email tersebut dia mengeluhkan penanganan yang tidak baik dari RS Omni Internasional dan dugaan malpraktek yang dilakukan dokter di sana.

Dijebloskannya Prita ke penjara menuai banyak protes. Salah satunya dari para blogger. Mereka menenuntut pembebasan Prita. Banyak blog yang membahas tentang kasus ini sampai membuat halaman khusus. Di Facebook-pun gerakan ini merasuk ke Facebook Cause untuk mengumpulkan suara untuk mendukung pembebasan Prita Mulyasari dan kebebasan berpendapat di dunia maya secara umum.[13]

Blogosphere sebagai sebuah kekuatan politik ditunjukan dalam kasus Prita ini. Bagaimana isu yang berkembang dapat mempengaruhi pemerintah. Isu tersebut berkembang menjadi dukungan Dukungan ini diberikan sebagai tekanan sosial melawan pemerintah yang akhirnya membuat Prita Mulyasari dibebaskan dari penjara.

C. Komparasi

Sebagai pembanding cyber politic yang ada di Indonesia, kami mengambil contoh di negara yang sudah cukup bahkan sangat maju dalam teknologi yaitu pemilu presiden di AS. suatu hal yang dulunya tidak terduga ketika seorang Barack Obama yang merupakan keturunan Afrika dapat menjadi presiden AS saat ini. hal itu sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia mengkampanyekan dirinya kepada rakyat AS. dan salah alat yang banyak berpengaruh adalah melalui jaringan yang namanya internet. dua tahun sebelum ia mencalonkan diri, namanya belum begitu mencuat dikancah politik negara Adi Kuasa tersebut. akan tetapi lewat media cyber namanya mencuat dan dikenal banyak orang.

Berkat bantuan seorang yang bernama Chris Hughes yang merupakan pendiri Facebook, kampanye obama berhasil menarik tiga juta donor. mereka menyumbang $650 juta. selain untuk menggalang dukungan suara, memang tujuannya adalah untuk mendulang banyak dana dari masyarakat. situsnya http://barackobama.com memang sudah dipersiapkan oleh tim suksesnya sehingga tidak mengherankan ketika sedikitnya 1 miliar dolar AS berhasil didapatkan. jumlah tersebut 12 kali lebih besar dibanding dana yang berhasil dihimpun John Kerry pada Pilpres 2004.

Selain melalui situs tersebut, dukungan suara juga dihimpun melalui situs jejaring sosial myBarackObama.com. dari situs jejaring ini, tim suksesnya berhasil merangkul para pendukung barack obama untuk menjadi relawan. dengan cara ini, dia berhasil mengumpulkan jumlah relawan yang lebih banyak dibanding pesaingnya, Hillary Clinton dan John McCain.

Beberapa pakar politik memang menyimpulkan internet merupakan kunci bagi Barack Obama untuk bisa maju sebagai calon Partai Demokrat dalam Pemilihan Umum Amerika Serikat. melalui media ini, Obama Senator Illinois ini unggul dari saingannya, Hillary Clinton, Senator New York. hal ini tidak menjadi sesuatu yang mengeherankan karena di Amerika Serikat, 71,9 persen atau 218,3 juta dari 303,8 juta penduduknya (catatan InternetWorldStats sampai November 2007) menggunakan internet. Bahkan internet merupakan bagian utama dalam kehidupan berpolitik di AS akhir-akhir ini.

Salah satu ide yang dimunculkannya adalah dengan membuat video musik “yes we can” yang ditayangkan di YouTube, dengan bintang tamu antara lain Jesse Dylan, Will.i.am, Common, Scarlett Johansson, Tatyana Ali, John Legend, Herbie Hancock, Kate Walsh, Kareem Abdul Jabbar, Adam Rodriquez, Kelly Hu, Adam Rodriquez, Amber Valetta, Eric Balfour, Aisha Tyler, Nicole Scherzinger dan Nick Cannon yang dapat menarik kaum muda pecinta musik yang ada di sana
Selain you tube, fitur lain juga digunakan seperti facebook dan friendster yang memungkinkan obama melakukan komunikasi dengan para pendukungnya dan tempat untuk para pendukungnya menyampaikan apa yang menjadi aspirasi mereka.

Sedangkan dunia blogosphere di luar negeri menjadi suatu istilah yang tidak asing lagi. Dikaitkan dengan politik blogosphere sedikit punya pengaruh sebagai suatu penekan apa yang menjadi kebijakan suatu negara. Dalam konteks ruang lingkup internasional bahkan ada berbagai artis blogger tingkat dunia karena artikel-artikel yang dimuatnya. Sebut saja Mike Aquino dari Filipina, Jeff Ooi (Malaysia), Mr. Brown (Singapura), Mark Tafoya (Amerika Serikat), dan Anthony Bianco (Australia) yang pada tahun 2008 kemaring sempat menghadiri Pesta Blogger 2008 di Jakarta.

Mungkin kasus di luar negeri tentang blogosphere dalam politik dapat kita lihat di Malaysia yaitu Jeff Ooi yang berhasil melakukan mengambil kursi di parlemen karena  adanya proses horisontalisasi politik. Di berbagai negara di dunia termasuk AS membuktikan bahwa horisontalisasi politik lebih punya ‘ngeh’. McCain yang berpolitik secara vertikal harus artinya kampanye masih menggunakan media konvensional seperti TV dan media-media lain harus membuktikan bahwa obama yang lebih banyak menggunakan media dua arah lebih punya nama dan berhasil menjadi presiden. Kembali ke Jeff Ooi yang blognya mempunyai julukan “Malaysia’s Most Influential Blog”.  Ketika sebelum duduk di parlemen Jeff Ooi tidak mendapatkan coverage di media konvensional yang vertikal dan dikontrol ketat oleh pemerintah, karena itu dia membuat medianya sendiri yaitu blog dan mendapat sambutan besar secara horisontal dalam dunia blogosphere.

Kasus lain yang berkembang di Amerika, saat pemilihan presiden kemarin. Blog – blog independen mempunyai pengaruh dalam mengahantarkan isu. Sebagian besar rakyat Amerika masih mengandalkan gerai berita yang lebih mapan untuk memperoleh berita-berita umum. Karena itu blog- blog politik memperoleh banyak kunjungan. [14] Yahoo News mendapat kunjungan 41,2 juta orang pada September, disusul MSNBC dengan 34,2 juta pengunjung dan CNN dengan 33,8 juta pengunjung, demikian menurut angka comScore.ant/kp.[15]

  1. D. Kesimpulan

Perbandingan antara Indonesia dan Amerika Serikat mengenai penggunaan cyber politic memang berbeda. Di AS cyber politic dinilai cukup berhasil ditandai dengan kemenangan Obama sebagai presiden Amerika yang gencar menggunakan virtal marketing. Sedangkan di Indonesia sendiri belum banyak orang berkampanye menggunakan media intenet. Masih banyak yang menggunakan banner, baliho, atau spanduk untuk menggaet massa. Penggunan cyber politic di Indonesia seakan bersifat setengah – setengah. Memang banyak sekarang yang berkampanye memasang foto mereka melalui jejaring sosial seperti facebook, namun desain dan penampilan yang biasa – biasa saja membuat orang menganggapnya spam (sampah). Dalam dunia blogger sendiri, di Indonesia berkembang peasat tetapi itu hanya terjadi untuk golonga tertentu

Banyak hal yang melatarbelakangi mengapa cyber politik di Indonesia tidak begitu berhasil. Salah satunya adalah sebagian besar masyarakat Indonesia gaptek teknologi, hanya sekitar 2 % saja yang “melek” internet. Hal ini menyebabkan cyber politic bukan lah sarana yang cukup efektif untuk berkomunikasi politik di Indonesia. Di samping SDM yang kurang, teknologi yang kurang menjadi kendala. Tidak semua masyarakat dapat merasakan sarana internet. Program internet masuk desa diharapkan membantu perkembangan internet di Indonesia.

Sebenarnya masih menjadi perdebatan apakah cyber politic dirasa cukup efektif dalam komunikasi politik. Kampanye menggunakan internet bukanlah faktor penentu utama dalam kemenangan seorang calon, para pemilih lebih melihar asal usul calon daripada termakan bujuk rayu. Tetapi cyber politic menjadi salah satu alternatif  baru dalam berkomunikasi politik.Kita bisa melihat secara lebih jelas tentang visi misi dan lain – lainnya. Mungkin ini lebih baik dan real daripada memasang baliho dipinggir jalan yang kadang melanggar peraturan lalu lintas.

Selain itu munculnya blogosphere sebagai cara berkomunikasi politik. Longgarnya kontrol dari pemerintah, karena dalam blog kita lebih bebas berekspresi tanpa mendapat tekanan. Tulisan –tulisan yang berkembang di blog bisa memberikan rujujan- rujuan terhadap isu tertentu.Bisa -bisa blogosphere suatu saat nanti menjadi suatu kekuatan politik yang harus diperhitungkan. Karena  dapat mempengaruhi kebijakan yang dibuat pemerintah melalui tulisan – tulisan mereka di blog.

DAFTAR PUSTAKA

Blog Sebagai Media Komunikasi Politik Baru. Diunduh dari http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/14/blog-sebagai-media-komunikasi-politik-baru/. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 13.46

Dukungan untuk Prita Bertebaran di Blogosphere. Diunduh dari http://dailysocial.net/post/dukungan-untuk-prita-bertebaran-di-blogosphere/. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 13.37

Internet dan Komunikasi Politik. Diunduh dari http://cireks.blogspot.com/2008/05/internet-dalam-komunikasi-politik.html. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 13.14

Jumlah kunjungan ke blog politik dan situs di AS mencapai rekor. Diunduh http://www.bwtblog.com/jumlah-kunjungan-ke-blog-politik-dan-situs-berita-as-capai-rekor.blog. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul  13.39

Media Baru dan Media Sosial. Diunduh dari http://www.newmedia.web.id/2009/01/media-baru-dan-media-sosial/. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 13.10

Politik dengan Tehnologi.Diunduh dari http://www.suryaden.com/content/politik-dengan-tehnologi. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 13.59

10 macam tipe blog di dunia internet. Diunduh dari http://www.isnotsofar.com/2009/04/10-macam-tipe-blog-di-dunia-internet.html. Diakses pada tanggal 14 Juni 2009 pukul 13. 50

http:esubijono.wordpress.com/architecture/cyberspace diakses tanggal 6 April 2009 pukul 13.48

hhtp://www.ririsatria.net.2008/07/29/permodelan-sistem-blogsphere/. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 14.15

http://thebreatheoflife.blogspot.com/2008/01/cyberspace-kayaknya-bukan-lagi menjadi.html diakses tanggal 6 April 2009 pukul 14.17

http://www.seruit.com/uncategorized/seruitcom-di-pesta-blogger-2008.lpg. Diakses tanggal 13 Juni 2009 pukul 15.17

http://www.inaplas.org/index.php?option=com_content&view=article&id=221:horisontalisasi-politik-di-seluruh-dunia&catid=14:general&Itemid=20&lang=in. Diakses tanggal 13 Juni 2009 pukul 15.20


[1] http:esubijono.wordpress.com/architecture/cyberspace diakses tanggal 6 April 2009 pukul 13.48

 

[2] hhtp://www.ririsatria.net.2008/07/29/permodelan-sistem-blogsphere/. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 14.15

[3] 10 macam tipe blog di dunia internet. Diunduh dari http://www.isnotsofar.com/2009/04/10-macam-tipe-blog-di-dunia-internet.html. Diakses pada tanggal 14 Juni 2009 pukul 13. 50

[4] http://thebreatheoflife.blogspot.com/2008/01/cyberspace-kayaknya-bukan-lagi menjadi.html diakses tanggal 6 April 2009 pukul 14.17

[5] Ibid.

[6] Politik dengan Tehnologi.Diunduh dari http://www.suryaden.com/content/politik-dengan-tehnologi. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 13.59

[7] Blog Sebagai Media Komunikasi Politik Baru. Diunduh dari http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/14/blog-sebagai-media-komunikasi-politik-baru/. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 13.46

[8] Internet dan Komunikasi Politik. Diunduh dari http://cireks.blogspot.com/2008/05/internet-dalam-komunikasi-politik.html. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 13.14

[9] Ibid

[10] Ibid

[11] Politik dengan Tehnologi.Diunduh dari http://www.suryaden.com/content/politik-dengan-tehnologi. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 13.59

[12] Media Baru dan Media Sosial. Diunduh dari http://www.newmedia.web.id/2009/01/media-baru-dan-media-sosial/. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 13.10

[13] Dukungan untuk Prita Bertebaran di Blogosphere. Diunduh dari http://dailysocial.net/post/dukungan-untuk-prita-bertebaran-di-blogosphere/. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul 13.37

[14]Jumlah kunjungan ke blog politik dan situs di AS mencapai rekor. Diunduh http://www.bwtblog.com/jumlah-kunjungan-ke-blog-politik-dan-situs-berita-as-capai-rekor.blog. Diakses tanggal 14 Juni 2009 pukul  13.39

[15] Ibid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s